Berikut Beberapa Kepala Daerah yang Tersangkut Kasus Korupsi Awal 2018

Berikut Beberapa Kepala Daerah yang Tersangkut Kasus Korupsi Awal 2018

 

Berikut Beberapa Kepala Daerah yang Tersangkut Kasus Korupsi Awal 2018ADU QDESAQQ. Dalam setahun di tahun 2017.  Komisi pemberatasan Korupsi (KPK) sudah berhasil mencyiduk sedikitnya delapan kepala Daerah yang diduga terlibat tindak Pidana Korupsi. Baik melalui Operasi tangkap tangan (OTT) atau melalui pengembangan dari perkara.

 

Delapan Kepala Daerah yang di jerat KPK sepanjang tahun 2017 adalah Bupati Nganjuk Taugiqurrahman, Bupati Kutai Kartanegara (kukar) Kalimantan Selatan (kalsel) Rita Widyasari, dan Walikota Cilegon Banten TUbagus Iman Ariyadi.

 

Ada juga Wali Kota Batu Jawa Timur, Edy Rumpoko, Bupati batubara Sumatera Utara, Ok Arya Zulkarnain, Walikota Tegal Jawa Tengah, Siti Mashita, Bupati Pamekasan Jawa Timur, Achmat Syafii, dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti.DESAQQ

 

Penindakan yang telah dilakukan oleh lembaga antirasuah sepertinya tidak di jadikan pelajaran bagi kepala daerah lainnya, Seharusnya tahun 2018 bisa lebih baik lagi. dikarenakan  ada kemungkinan akan lebih banyak lagi menjerat kepala Daerah yang korup.

 

Mengawali tahun 2018, Pihak KPK langsung menangkap tangan Bupati Hulu sungai Tengah, Kalimantan Selatan Abdul Latif. 

Ia diduga menerima Fee dari proyek di Hulu sungai Tengah. Kalsel.

Belum lagi genap dua bulan kemudian, KPK telah menindak empat kepala daerah yang terlibat praktik suap.

 

Berikut Beberapa Kepala Daerah yang Tersangkut Kasus Korupsi Awal 2018

 

 

Berikut Daftar dari Kepala Daerah yang di jerat KPK dari OTT maupun Pengembangan kasus

 

 

Bupati Hulu Sungai Tengah Selatan Abdul Latief

 

Abdul Latief telah di jerat KPK lantaran Diduga menerima Hadiah atau Janji terkait pembangunan RSUD Damanhuri Tahun 2017. Abdul Latief telah menerima hadiah atau Janji tersebut secara bertahap.

Abdul Latief menerima Fee Proyek dari Dirut PT menara Agung Donny Winoto,  Perusahaan tersebut merupakan penggarap proyrk pembangunan RSUD DAMANURI.

Namun Dugaan Reasilasi pemberian Fee proyek dari proyek sebagai berikut. Pemberian pertama dalam rentan September hingga Oktober 2017 Sebesar Rp. 1,8 Miliar,  kemudian Pemberian kedua pada 3 januari 2018  sebesar Rp 1,8 miliar.

 

Dalam Kasus ini, Selain Abdul latief, KPK juga menjerat dua tersangka lainnya, Yakni ketua Kamar Dagang Indonesia Hulu Sungai Tengah Fauzan Rifani. Dan Dirut PT Sugriwa Agung Abdul Basit.

 

Bupati Jombang Jawa Timur Nyono Suharli Wihandoko

 

Operasi tangkap tangan (OTT) kedua di tahun ini, telah di berlakukan kepada kepala daerah  Sudah jatuh pada Bupati Jombang Jawa Timur. Nyono Suharli Wihandoko.DESAQQ 

Nyono telah ditangkap oleh tim Satgas KPK pada 3 Feb 2018.

Ia telah ditangkap kaerna menerima suap dari pelaksana tugas kepala dinas kesehatan jombang. Inna Sulistyowati. Ina menyuap nyono agar diangkat menjadi kadis keseatan definitif.

Uang yang diterima Nyono merupakan uang pungli dari 34 puskesmad id jombang. 

Dari hasi pungli tersebut. Nyono dapat jatah 5 persen. sementara ina satu persen. satu persen lagi untuk paguyuban puskesmas jombang. 

 

Uang suap tersebut juga di jadikan oleh politisi partai golkar ini membiayai kampanye dalam pilkada jombang 2018. Nyono saat itu berencana kembali maju menjadi calon bupati jombang periode 2018-2023.

Saat OTT terhadap nyono dan Inna, tim Penindakan KPK telah berhasil mengamankan uang sebesar Rp 25.550.000 dan USD 9.500

 

Baca Juga : DESAQQ , Situs BandarQ Online dan Agen Domino Terpercaya di Indonesia

 

 

 

Gubernur Jambi Zumi Zola

Zumi Zola telah terbukti dan terjerat kasus janji hadiah dari sejumlah proyek di jambi  Oleh KPK.

Mantan pesinetron itu di jadikan tersangka bersama dengan PLT kadis PUPR Arfan.

Zumi Zola dan Arfan telah diduga melakukan penerimaan Gratifikasi Rp 6 miliar dari beberapa Kontrakrtor yang terkait sejumlah Proyek Jambi.

 

DOMINO QQ Kasus tersebut bermula dari pengembangan perkara dugaan suap ketuk palu APBD prov Jambi yang terdapat arfan di belakangnya. Dari pengembangan kasus tersebut kemudian KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menjerat Zumi Zola.

KPK telah menemukan uang pecah Dolar Amerika Serikat saat menggeledah sejumlah tempat terkait kasus dugaan Gratifikasi Gubernur Zumi Zola . Penyidik telah menemukan uang  dalam sebuah brankas.

 

Penyidik KPK, juga melakukan penggeledahan di tiga tempat, yaitu rumah dinas Gubernur Jambi, dan Vila milik Keluarga Zumi Zola. serta rumah seorang saksi di Kota Jambi. Menurut Febri, Brankas tersebut berisi uang dengan pecahan Dollar AS itu ditemukan di salah satu tempat.DOMINO QQ

Selain itu , penyidik juga menemukan uang pecahan rupiah namun tidak menjelaskan bahwa beberapa yang yang ditemukan.

 

 

 

Bupati Ngada NTT

 

Teranyar, Kepala daerah yang di jerat KPK adalah Bupati Ngada, NTT, Marianus Sae. Ia di jerat kasus dugaan menerima fee dari proyek-proyek di kabupaten Ngada.

 

Pria yang pernah membelokir Bandara Turelili Soa pada 21 Des 2013 ditetapkan sebagai Tersangka.  Ia telah menerima uang suap dari Direktur PT sinar 99 Permai. 

Wiilhelmus membuka rekeing atas nama dirinya sejak 2011 dan telah menyerahkan ATM kepada Bupati Marianus pada 2015. Total uang yang di transfer ke ATM maupun cash untuk Marianus sekitar Rp 4,1 Miliar.

 

Untuk tahun 2018, Marinus telah menjanjikan kepada Wilhelmus untuk menggarap beberapa proyek di Kabupaten Ngada dengan nilai Proyek hingga sebersar Rp 54 Miliar.

 

Posted by : BANDARQ

AGEN DOMINO, BANDARQ ,BANDAR POKER TERPERCAYA

%d blogger menyukai ini: